Kamis, 22 November 2012

Menentukan Masa Bayi Hidup Dengan Waktu 1 jam

Bayi yang baru lahir memiliki kondisi fisik yang lemah. Masa-masa yang singkat ini sangat penting bagi perkembangan individu di masa depan. Apabila tidak ditangani dengan baik, akibatnya bisa fatal.

"Setiap bayi baru lahir harus mengalami proses adaptasi dari kehidupan janin di dalam rahim ibu menjadi bayi. Ada fase transisi agar bayi baru lahir ini dapat menjadi stabil kondisinya," kata dr Risma Kerina Kaban SpA dari Departemen Kesehatan Anak FKUI-RSCM dalam acara Guest Lecture “How to Manage Long Term for High Risk Baby” di Aula FKUI, Jumat (2/11/2012).

Dr Risma menjelaskan bahwa pada bayi baru lahir, masa 1 jam pertama kehidupan sangat krusial. Apabila penanganannya gagal atau kurang optimal, bisa mengakibatkan kematian bayi. Kalaupun bisa bertahan hidup, bayi tetap berisiko terganggu pertumbuhannya dan akan mempengaruhi perkembangannya untuk jangka panjang.

Pada bayi lahir normal, penanganannya akan lebih sederhana. Tapi pada bayi prematur, yaitu yang dilahirkan saat usia kehamilan kurang dari 36 minggu, kasusnya bisa jadi lebih rumit. Perkembangan fisik bayi prematur tidak sebagus bayi normal, sehingga tubuhnya lebih rentan.

"Tata laksana pada jam-jam pertama periode kritis berefek langsung pada dampak jangka panjang bayi dengan berat lahir rendah," imbuh dr Risma.

Menurut dr Risma, 90% bayi baru lahir sedikit atau tidak memerlukan bantuan pernapasan sama sekali. Sisanya sebanyak 10% memerlukan bantuan untuk memulai pernapasan, atau bahkan memerlukan tindakan medis secara lengkap.

Pada bayi-bayi yang berisiko tinggi ini, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan selama 1 jam awal kehidupannya, yaitu:

1. Suhu
Suhu bayi harus hangat dan idealnya ditempatkan dalam suhu 36,5-37,5 derajat Celcius. Apabila suhunya di bawah 32 derajat Celcius, bayi berisiko kena hipotermia berat dan memerlukan perawatan intensif secepatnya.

2. Respirasi
Bayi baru lahir yang tidak bugar perlu mendapatkan resusitasi aktif dan dipantau saturasi oksigennya. Bayi prematur seringkali perlu mendapat bantuan oksigen, tetapi tidak boleh berlebihan sebab dapat memicu Hiperoksemia yang dapat memebentuk racun radikal bebas.

3. Sirkulasi
Sirkulasi darah bayi prematur kurang begitu baik sehingga seringkali memicu timbulnya syok. Penyebabnya juga bisa bermacam-macam, mulai dari akibat gagal jantung, infeksi, hingga kekurangan cairan antar sel.

4. Glukosa
Bayi lahir prematur atau yang memiliki berat lahir rendah berisiko mengalami hipoglikemia atau kadar gula darah yang rendah. Oleh karena itu, bayi perlu mendapat terapi agar mempertahankan gula darahnya tetap stabil.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar