Senin, 19 November 2012

Kisah Sebuah Kehidupan

erkisahlah dua ekor anjing scottie muda yang bersahabat, Buster dan Molfy. Kemana pun mereka pergi selalu bersama dan ada saja petualangan yang mereka lalui setiap harinya. Namun meskipun begitu, kedua sahabat itu sangatlah bertolak belakang kepribadiannya. Buster adalah sosok anjing yang penuh dengan semangat dan selalu berani menghadapi rintangan apapun, sementara sahabatnya Molfy sedikit lebih pendiam dan selalu ragu dalam bertindak. 

Suatu hari di Kota Binatang diadakanlah perlombaan adu bakat untuk para anjing-anjing. Dan pemenangnya selain akan dikukuhkan sebagai anjing terbaik di kota akan pula dihadiahkan stok tulang selama setahun. Seluruh anjing penghuni kota menjadi tergiur untuk ikut ambil serta dalam perlombaan tersebut, tak terkecuali Buster muda. 

Buster pun mengajak sahabatnya, Molfy, untuk ikut perlombaan. Namun belum saja mereka mendaftar, Molfy telah merasa gentar terlebih dahulu setelah mengetahui ternyata anjing-anjing yang akan menjadi lawan mereka bukanlah sekedar anjing geladak biasa, melainkan anjing-anjing juara yang lebih memiliki banyak pengalaman, bahkan konon berita yang mereka dapatkan beberapa anjing ras collie dan rottweiller juga akan ikut ambil bagian. Tak urung nyali Molfy semakin ciut, dalam pikirannya bagaimana mungkin anjing kecil seperti dirinya bisa menang melawan para raksasa-raksasa anjing tersebut, bisa-bisa nanti justru dirinya jadi bulan-bulanan anjing-anjing tersebut. 

Sementara sahabatnya, Buster, yang tak pernah mengenal kata menyerah tentunya tetap mendaftarkan diri dalam perlombaan tersebut. Buster masih mencoba untuk membujuk Molfy, diberitahunya pada Molfy bahwa tak ada salahnya mereka mencoba, urusan menang atau kalah itu hal belakangan. Tapi Molfy tetap kukuh pada pendiriannya. 

Tak terasa waktu perlombaan itu pun akhirnya tiba. Rupanya banyak juga peserta yang turut berlomba. 

Perlombaan dibagi dalam tiga babak. Babak ‘Uji Nyali’, babak ‘Ketangkasan’, dan babak ‘Kecepatan’. 

Babak pertama pun dimulai, para peserta diharuskan untuk mengambil masing-masing 3 buah tulang emas yang dipersiapkan panitia dan ditaruh di tempat-tempat yang cukup berbahaya. Satu tulang ditaruh di bebatuan yang berada di tengah-tengah sungai di dekat air terjun, tentu hal yang sangat sulit dilakukan mengingat arus sungai yang sangat deras. Tulang yang kedua diletakkan di puncak sebuah bukit namun untuk mendapatkannya para peserta mesti melewati jalanan di lereng yang terjal, sedikit saja mereka salah melangkah maka jurang telah menanti mereka jauh di bawah. Sementara tulang yang terakhir berada di dalam sebuah gua yang katanya ada begitu banyak ular berbisa yang menempati tempat tersebut. 

Beberapa anjing-anjing collie dan rottweiller dengan cukup mudah melewati rintangan-rintangan itu. Walau begitu beberapa ada yang gagal dan terhanyut di sungai atau menderita luka-luka karena terjatuh di jurang sementara ada pula yang karena tak berani menghadapi ular berbisa akhirnya menolak memasuki gua yang gelap itu. 

Sementara Buster sendiri pun cukup kepayahan melewati babak pertama ini. Ia sempat terseret arus walau akhirnya berhasil menyelamatkan diri dengan buru-buru melompat ke atas sebuah batu. Namun sayangnya Buster hanya berhasil membawa dua buah tulang emas. Sementara tulang yang ketiga tak berhasil di dapatnya karena ketika hendak mengambil tulang tersebut tiba-tiba seekor ular jenis python membelit tubuhnya, dia hampir saja menjadi santapan ular tersebut kalau saja dia dengan cukup cerdik berhasil meloloskan diri. 

Namun meskipun begitu, Buster tetap lolos untuk maju dalam babak selanjutnya. Pada babak kedua, babak ‘Ketangkasan’, Buster yang memang cukup cerdas berhasil memperoleh skor tertinggi dan melangkah dengan mudah menuju babak terakhir. 

Sahabatnya Molfy terus setia menyaksikan perlombaan dan mendukung Buster. Walau Ia merasa ngeri saat menyaksikan perlombaan pada babak pertama, namun terbersit sedikit rasa sesal di hatinya karena tak ikut mendaftarkan diri. Ditatapnya Buster yang tersenyum karena berhasil mengalahkan para anjing-anjing raksasa tersebut di babak kedua. ‘Bisa saja akulah yang berdiri disana dengan senyum menghiasi wajah’ lirihnya. 

Setelah peserta yang tersisa diberi waktu 30 menit untuk istirahat, akhirnya tibalah babak terakhir, babak penentuan. 

Seluruh peserta yang kini hanya tersisa lima ekor terdiri dari Buster, Sebas (seekor anjing Collie), Ruffy dan Rockie yang merupakan anjing ras Rottweiller dan satu lagi Spotty (anjing jenis Dalmatian), akan melakukan perlombaan lari melintasi lapangan rumput disisi luar kota dan kemudian mereka akan melewati sebuah bukit kecil lalu kembali melintasi sungai menuju hutan untuk kembali ke kota. 

Dan siapapun yang tiba terlebih dahulu dialah yang akan keluar menjadi pemenang dan berhak untuk mendapatkan hadiah yang telah dijanjikan. Peluit dibunyikan dan peserta mulai berlari sekencang yang mereka bisa. Dengan mudah Rockie, anjing yang memang sudah terkenal dengan segala kelebihannya, berhasil mengungguli peserta lainnya. Perlombaan berlangsung cukup seru, keempat anjing raksasa Sebas, Ruffy, Rockie dan Spottie saling bersaing merebut posisi pertama. Sementara Buster sendiri, cukup kesulitan mengejar empat anjing lainnya. Ia sudah mengerahkan segala tenaganya untuk mengejar, namun sepertinya mereka semua memang bukan tandingan Buster. 

Dan akhirnya seperti yang telah diperkirakan para penduduk Kota Binatang, Rockie-lah yang akhirnya berhasil memenangkan pertandingan. 

Buster yang finish di urutan terakhir, sesaat merasa begitu kecewa saat melihat Rockie yang naik ke atas podium. 

“Aksi yang kamu tunjukkan dalam perlombaan ini sangatlah menarik anjing muda, aku sangat menikmatinya.” ujar seekor anjing tua. Dan Buster pun tersenyum bangga melupakan rasa kecewa terhadap kekalahannya. 

***

Tiada yang tahu apa yang akan terjadi di masa yang akan datang. Dan jika kita ingin berhasil tentulah kita harus melakukan aksi. Walaupun ternyata kita akhirnya gagal, tapi itu jauh lebih baik daripada kita tidak melakukan sesuatu apapun.


Read more: http://spicaku.blogspot.com/2012/07/jangan-pernah-menyerah.html#ixzz2Cf7U67ce

Penyelundup Buku Nikah Di Tangkap

Surabaya - Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Kepolisian Daerah Jawa Timur menangkap pasangan suami-istri Bukori bin Moh. Ali, 40 tahun, dan Sinai, istrinya. Tersangka penyelundup 988 buku nikah palsu itu ditangkap di Asrama Haji Sukolilo, Surabaya, Senin siang, 19 November 2012.
Warga Pamekasan itu dicokok petugas di asrama haji sesaat setelah tiba dari Arab Saudi bersama kelompok terbang 48 asal Gresik, Senin pagi.
Sebenarnya Bukori dan Sinai ikut dalam kloter 20 dari Pamekasan, Madura. Namun, karena keberangkatannya tertunda akibat terbongkarnya rencana penyelundupan buku nikah palsu, keduanya diikutkan bersama kloter jemaah haji dari Gresik.
Setelah membereskan urusan administrasi, Bukori dan Sinai langsung dibawa menghadap petugas yang telah menunggu kedatangannya di Hall A asrama haji. Sebelum diserahkan kepada polisi, keduanya sempat diperiksa oleh petugas dari Biro Hukum Kementerian Agama Jawa Timur.
Kepala Hubungan Masyarakat Kementerian Agama Jawa Timur, Fatchul Arief, mengatakan kedua tersangka sudah menyatakan kesediaannya menjalani proses hukum setelah kembali dari Tanah Suci. Karena kesediaannya itulah, menurut Fatchul, Bukori dan Sinai diperbolehkan berangkat menunaikan ibadah haji lebih dulu sebelum perkaranya diusut polisi. »Karena sudah kembali ke Tanah Air, yang bersangkutan kami serahkan ke penyidik kepolisian,” kata Fatchul.
Pada 8 November 2012, penyidik juga mengusut kasus 300 buku nikah palsu yang melibatkan jemaah haji lain asal Pamekasan, Muhammad Rijal dan Abdul Halik. Keduanya kini telah ditahan di Polda Jawa Timur. Sama dengan perkara Bukori dan Sinai, polisi harus menunggu hingga yang bersangkutan pulang dari Arab Saudi.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jawa Timur, Komisaris Besar Hilman Thayib, menyatakan penyidik masih mendalami kasus pemalsuan dan penyelundupan buku nikah tersebut. Karena itu Hilman belum bersedia menyebutkan motif pemalsuan itu secara rinci. »Sekarang masih didalami penyidik, nanti kalau sudah selesai akan kami sampaikan hasilnya ke masyarakat,” kata dia.
KUKUH S WIBOWO

Capres Berpeluang Bagi Prabowo

Lembaga Indonesia Network Election Survey (INES) menyatakan Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto dan Ketua Umum PAN Hatta Rajasa merupakan tokoh paling berpeluang sebagai calon presiden dari sisi elektoral, apabila pemilu dilangsungkan saat ini.

Berdasarkan hasil survei yang dilakukan INES terhadap 6.000 responden pada periode 5-21 Oktober 2012, nama Prabowo dan Hatta muncul sebagai figur paling berpeluang dari sisi elektoral figur capres Jawa-nonJawa.
"Hatta Rajasa capres etnis nonJawa paling berpeluang secara elektoral dengan keterpilihan 28,6 persen. Prabowo Subianto capres etnis Jawa yang kuat secara elektoral dengan perolehan 33,4 persen," ujar Direktur Data INES Sudrajat Sacaawitra dalam acara Resume Hasil Survei Jelang Dua Tahun Pemilu Legislatif serta Pemilu Presiden dan Wakil Presiden, di Jakarta, Senin.
Menurut Sudrajat, hasil itu menunjukkan Hatta dan Prabowo memiliki kans yang kuat untuk menjadi presiden, meskipun dalam survei tersebut tidak ada tokoh etnis Jawa maupun nonJawa yang ditampilkan, yang dipilih oleh suara mayoritas.
Ketua DPP PAN Bima Arya Sugiarto mengatakan ini merupakan pertama kalinya Hatta Rajasa sebagai tokoh nonJawa elektabilitasnya diposisikan berada diatas Jusuf Kalla dan Aburizal Bakrie. Menurut dia ada beberapa faktor yang melandasi hal tersebut.
"Faktornya mungkin saja pemilih melihat siapa "bang" Hatta bersih, dengan rekam jejak minim kontroversi. Lalu faktor pengalaman juga penting dimana bang Hatta empat kali menteri, sekjen partai, dan besan SBY," ujar dia.
Selain itu menurut dia, Hatta Rajasa juga memiliki kemampuan untuk diterima di kalangan nasionalis, sehingga bisa dengan mudah berkomunikasi kepada tokoh-tokoh lain seperti Aburizal Bakrie, Megawati Soekarnoputri dan lainnya.
"Suka atau tidak kinerja ekonomi di bawah bang Hatta baik. Beliau juga saat ini posisinya sebagai tokoh yang belum pernah bertarung di pilpres, sebagai `new comer`, sehingga layak diberikan kesempatan," kata Bima.
Bima menyatakan partainya tidak akan "terbang" karena pujian. Menurut dia bagaimana pun juga hasil survei tersebut merupakan potret sementara dan belum tentu linier hingga 2014.
"Semua survei kita jadikan rujukan, namun kita harus siap apabila pekan depan lembaga rilis lain memunculkan hasil berbeda," ujar Bima.
Menurut Bima, pertarungan politik ke depan turut dipengaruhi oleh survei yang dilakukan. Namun kenyataannya saat ini mayoritas partai masih mengandalkan lembaga survei pihak ketiga.
"Di Amerika partai memiliki lembaga survei sendiri, sedangkan lembaga pihak ketiga hanya dijadikan sebagai rujukan saja. PAN sudah membangun lembaga survei sendiri, karena survei lembaga ketiga bisa menjadi tidak sehat apabila lembaga bersangkutan menjalin kongsi dengan partai tertentu, sehingga memang perlu juga diatur lebih serius mengenai survei," kata dia.
Sementara itu Ketua Bidang Advokasi DPP Partai Gerindra Habiburokhman mengklaim hasil survei yang dilakukan INES tidak jauh berbeda dengan hasil survei internal yang dilakukan Gerindra, di mana nama Prabowo muncul sebagai calon paling berpeluang.

Jangan Pernah Menyerah Untuk Mencoba Sesuatu

Salah suatu kualitas orang hebat adalah, apapun yang terjadi
mereka tidak akan pernah menyerah.
Mereka boleh saja terkena ribuan tantangan, atau ribuan kegagalan,
tapi mereka akan selalu bangkit menemukan cara baru untuk sukses.

Sebuah pepatah mengatakan, jika anda ingin menemukan benua baru,
maka anda harus melupakan pantai..
Dengan kata lain, tidak ada pilihan mundur kembali ke pantai .
yang ada hanyalah maju kedepan
sampai kita menemukan benua impian kita.

Ibarat anda sedang menyebrang melalui jembatan, anda harus membakar jembatan itu,
agar anda tidak bisa lagi kembali ke tempat semula anda.
satu-satunya pilihan adalah terus maju kedepan.
Tidak ada kata mundur, apalagi kata menyerah.

Jika anda tidak pernah menyerah pada tantangan,
maka tantanganlah yang menyerah padamu.
Inilah salah satu rahasia yang diketahui orang sukses,
dan diaplikasikan para orang sukses.

Karena Kau Yang Terindah

salam terindah untuk mu yang terindah
aku mulai senja ini dengan segumpal senyum
aku lirik sebuah kata yg mungkin terlintas dibenak saat ini
dengan sebuah tanya yg tak sempat aku tanyakan
dengan sebuah nyanyian yg tak sempat aku dendang kan

bagaimana kabarmu hari ini ??
masih kah sama seperti aku tanyakan kemaren ???
aku cuma mau bilang satu hal untuk mu disana
aku tak bermaksud mengusik ketenangan mu saat ini
juga tak mau lagi mengukir luka dihati mu

hanya saja sepintas aku ingin bicara
aku bahagia saat ini bisa melihatmu tersenyum lagi
aku tau kita bakan apa apa lagi dan bukan siapa siapa lagi
kau telah miliki hati yg selalu ada menjagamu
dan aku pun demikian dgn hati yg laen

tapi satu alasan yg buat aku merangkai kata ini
aku gak tau seberapa hebat dirimu tuk aku kenang
tapi yg jelas aku masih mengingat mu
aku gak tau seberapa istimewa dirimu tuk aku banggakan
tapi aku tak bisa menghapus tempatmu kemaren dsini

aku gak bermaksud menggangu keharmonisan cintamu
tapi tetap lah seperti saat ini tersenyum
aku gak kan minta bintang jatuh lagi ditanganku karnaku tau pasti akan hilang lagi tanpaku sadari
tapi aku ingin tetap lah bersinar disana biar aku tetap bisa melihat cahaya mu dikegelapan

cuma satu hal yang tak bisa aku pahami
kenapa aku gak bisa mengisi istanamu meski telah sekian hati yang aku biarkan masuk
tapi tetap saja kosong

aku juga gak akan meminta mawar tuk bsa aku genggam lagi karna aku tau pasti juga layu di tanganku
dan lebih baik di taman itu yang bisa aku lihat mekarnya
aku ingin ini hanya kenangan dan tetap lah kenangan
semoga disana langit itu tetap biru seperti saat ini
dan jadilah yang terindah tuk selama nya

Bangkitlah Saat Kau Mengalami Kegagalan

Bismillahir-Rahmaanir-Rahim ... Pada suatu sore, tampak seorang pemuda tengah berada di sebuah taman umum. Dari raut wajahnya tampak kesedihan, kekecewaan, dan frustasi
yang menggantung.

Dia terlihat berjalan dengan langkah gontai dan kepala tertunduk lesu.Sebentar sebentar, ia tertunduk dan menghela nafas panjang. Kegiatan itu diulangnya berkali-kali, seakan dia tidak tau apa yang hendak dilakukannya.


Saat pikirannya sedang menerawang entah kemana, tiba-tiba pandangan matanya terpaku pada gerakan seekor laba-laba yang sedang membuat sarangnya di antara ranting sebatang pohon tempat ia duduk.

Dengan perasaan kesal, ia pun kemudian iseng mengambil sebatang ranting dan menumpahkan rasa kekesalannya pada sarang laba-laba itu.

Maka, sarang itu pun dirusak tanpa ampun.

Seusai melepaskan kejengkelannya, perhatian pemuda itu teralih sementara untuk mengamati ulah si laba-laba. Dalam hati dia ingin tahu, kira-kira apa yang akan dikerjakan laba-laba setelah sarangnya hancur oleh tangan isengnya?

Apakah laba-laba akan lari terbirit-birit, atau ia akan kembali membuat sarangnya di tempat lain? Rasa penasaran itu rupanya segera mendapatkan jawaban.

Tak lama, si laba-laba tampak kembali ke tempatnya semula. Laba-laba itu mengulangi kegiatan yang sama, merayap-merajut-melompat. Setiap helai benang dipintalnya dari awal, semakin lama semakin lebar dan tanpa kenal lelah laba-laba itu kembali menyelesaikan seluruh pembuatan sarang barunya.

Setelah menyaksikan usaha si laba-laba yang sibuk bekerja lagi dengan semangat penuh untuk memperbaiki dan membuat sarang baru, kembali ranting si pemuda beraksi dengan tujuan menghancurkan sarang tersebut untuk kedua kalinya.

Dengan perasaan puas namun penuh rasa ingin tahu, diamati ulah si laba-laba. Apa gerangan yang akan dikerjakannya setelah sarangnya dirusak untuk kedua kalinya?

Ternyata, untuk ketiga kalinya, laba-laba mengulangi kegiatannya, kembali mulai dari awal. Dengan bersemangat, merayap, merajut, melompat dengan setiap helai benang yang dihasilkan dari tubuhnya, laba-laba itu memintal membuat sarang sedikit demi sedikit.

Setelah melihat dan mengamati ulah laba-laba tersebut dalam membangun sarang yang telah hancur untuk ketiga kalinya, saat itulah si pemuda mendadak tersadarkan.

Tidak peduli berapa kali sarang laba-laba dirusak dan dihancurkan, sebanyak itu pula laba-laba membangun sarangnya kembali. Semangat binatang yang begitu kecil, dengan giat bekerja tanpa mengenal lelah, telah membuka kesadaran si pemuda.

Hal itu menimbulkan perasaan malu dirinya. Karena sesungguhnya, si pemuda berada di taman itu dengan hati dan perasaan gundah karena dia baru saja mengalami satu kali kegagalan! Maka, melihat semangat pantang menyerah laba- laba, dia pun berjanji dalam hati,

“Aku tidak pantas mengeluh dan putus asa karena telah mengalami satu kali kegagalan. Aku harus bangkit lagi! Berjuang dengan lebih giat dan siap memerangi setiap kegagalan yang menghadang, seperti semangat laba-laba kecil yang membangun sarangnya kembali dari setiap kehancuran!”

Segera, si pemuda bangkit, dan bertekad kuat untuk bekerja lebih giat lagi. Bila perlu, dia akan memulai dari awal lagi, tanpa putus asa.

... “Selama kita masih memiliki tujuan yang menggairahkan untuk dicapai, tidak pantas kita patah semangat di tengah jalan, karena dalam kenyataannya, tidak ada sukses sejati yang tercipta tanpa melewati kegagalan.” ...

Semoga kita dapat mengambil pengetahuan yang bermanfaat dan bernilai ibadah. .. AAMIIN

Jangan Pernah Putus Asa

Kehidupan mengikut Tuhan tidak selalu mulus. Ada kalanya jalan hidup kita berbatu-batu, entah berapa lama dan berapa jam jalan yang kita lewati penuh dengan lika-liku, kerikil-kerikil tajam yang mungkin mengikuti kita.
Dalam Lukas 18:1-8; ada seorang janda yang miskin yang minta supaya hakim membela haknya dan yang luar biasa dari janda ini adalah janda ini tidak pernah menyerah dan putus asa untuk terus meminta dan meminta sampai akhirnya hakim itu membenarkannya dan ia mendapat keadilan.
Sekarang apa yang mengganggu pikiran kita? Apa pergumulan kita? Masalah pekerjaan, keluarga yang broken home, masalah anak yang tidak menurut pada kita, sakit yang tidak kunjung sembuh dan bertahun-tahun?
Hal itu mungkin membuat kita bosan dan jenuh karena kita sudah berdoa bertahun-tahun namun tidak dijawab Tuhan.
Saudara-saudaraku, apakah pergumulan kita, jangan pernah menyerah. Biarlah kita mencontoh janda miskin itu yang tidak pernah menyerah sampai ia mendapat keadilan. Jangan pernah lepas berdoa; jangan berpikiran sempit karena Tuhan akan menolong kita tepat waktu Tuhan.