Kamis, 24 Januari 2013

Kenapa Indonesia Belum Terapkan 4G LTE?

Tahun ini, masyarakat di Tanah Air tidak akan sempat mencicipinya.

Menara LTE 4G
Menara LTE 4G (wired.com) (wired.com)

 Teknologi 4G Long Term Evolution (LTE) dipandang sebagai solusi untuk mengantisipasi akses data yang kian besar. Di sisi lain, jaringan frekuensi yang ada sangat terbatas untuk menampung akses data yang lalu-lalang saat ini.

Sebagai pemain LTE di Indonesia, beberapa waktu lalu, Ericsson mengaku sudah siap untuk menggelar teknologi 4G ini, kendati masih terkendala lisensi teknologi yang belum diterbitkan oleh pemerintah.

Namun, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) menegaskan kembali akan fokus menyelesaikan penataan kanal 3G. Prioritas ini berarti menunda lelang Broadband Wireless Access (BWA) dengan 2,3 GHz dan kanal 4G Long Term Evolution (LTE).

"Tahun ini, agenda prioritas kami adalah refarming atau penataan ulang frekuensi 3G. Jadi belum ada langkah yang ditempuh ke arah sana (4G LTE)," kata Gatot S Dewa Broto, Kepala Pusat Informasi dan Humas Kementerian Kominfo, saat dihubungi VIVAnews, Selasa 23 Januari 2013.

Memang pernyataan tersebut terdengar seolah-olah pemerintah enggan mengadopsi teknologi data super cepat itu buru-buru. Namun, Gatot menampiknya. "Kami tidak bermaksud ingin mengulur-ulur waktu. Kami sadar, adopsi yang terlalu lamban juga tidak baik," tutur Gatot.

"Tapi, masih ada PR yang belum tuntas, yaitu penataan ulang frekuensi 3G. Kami mau fokus itu dulu. Maklum, tim yang mengerjakan orangnya ya itu-itu saja, " tegasnya.

"Bubarkan PSSI dan KPSI, Saya Rela Digugat"

Menpora KRMT Roy Suryo Notodiprojo
Menpora KRMT Roy Suryo Notodiprojo (ANTARA/Andika Wahyu)

 Kanjeng Raden Mas Tumenggung Roy Suryo Notodiprojo langsung pusing tujuh keliling begitu dilantik sebagai Menteri Negara Pemuda dan Olahraga yang baru pada 15 Januari lalu. Selain kasus korupsi Hambalang, satu persoalan yang tak kalah pelik langsung menghadangnya: konflik Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) yang sudah dua tahun tak kunjung usai. 
Persepakbolaan nasional terus dirundung dualisme--mulai dari dualisme federasi, dualisme liga, sampai dualisme tim nasional. Sebagai Menpora baru, Roy Suryo berjanji akan bekerja cepat untuk menuntaskan masalah ini. Waktunya tak banyak, cuma sampai 16 Maret, sesuai tenggat yang telah ditetapkan FIFA. Cilakanya, belum apa-apa dia sudah memantik kontroversi. Tersiar kabar bahwa dia pagi-pagi sudah melansir pernyataan akan membubarkan PSSI maupun oposisinya, Komite Penyelamat Sepakbola Indonesia (KPSI).
Benarkah? Berikut petikan wawancara dengan politisi Partai Demokrat kelahiran Yogyakarta 44 tahun lalu itu. 
Apa langkah pertama Anda sebagai Menpora?
Kita mulai babak baru kepemudaan dan keolahragaan Indonesia. Saya ingin memulai hal yang baru. Saya mohon doa restu dari semuanya. Saya mengerti bahwa saya bukan orang yang sangat berkompeten dalam dunia kepemudaan dan olahraga. Saya sangat menyadari itu. Tapi, instruksi dari Presiden sudah sangat jelas. Ada tiga arahan langsung.
Yang pertama: konsolidasi. Itu, alhamdulillah, sebelum saya dilantik sudah coba saya lakukan. Teman-teman di Kemenpora akan saya ajak bersama-sama. Kita akan memegang satu warna, yaitu Merah Putih. Tidak ada lagi kubu-kubu. 
Saya sudah bertemu dengan Mas Andi Mallarangeng, Pak Adhyaksa Dault, Pak Hayono Isman, dan bahkan Pak Akbar Tanjung (Menpora sebelumnya, Red.). Saya tidak ingin ada friksi di dalam. Semua keluarga besar Kemenpora. tidak ada 'orangnya A' atau 'orangnya B'. Intinya dengan konsolidasi yang kuat kami akan menuntaskan setidaknya dua hal.
Pertama, saya akan mempercepat penyelesaian kendala yang sedang dialami Satlak Prima, di mana kita harus mempersiapkan diri menghadapi event besar yaitu SEA Games 2013 di Myanmar. Kendala terbesar adalah anggaran. Sampai hari ini anggaran belum turun. Tapi, saya kemarin sudah berkomunikasi dengan teman-teman di Komisi X DPR RI. Meskipun belum ada rapat dengar pendapat, saya minta tolong dibantu. Anggaran Rp1,9 triliun itu harus turun segera. Jangan sampai atlet kita sendiri yang menanggung biaya latihan.
Yang kedua adalah masalah PSSI. Itu harus dituntaskan.
Apa langkah terdekat Anda untuk menyelesaikan kemelut PSSI?
Saya akan pastikan agar langkah-langkah yang sudah diambil para pendahulu saya dilaksanakan; termasuk yang diambil tim Pak Agung Laksono, yakni pembentukan Task Force. Di sana ada beberapa kesepakatan.
Saya akan lihat apakah kesepakatan-kesepakatan itu dipatuhi atau tidak. Kalau sudah tanda tangan tapi tidak dipatuhi, saya akan bertemu dengan dua tokoh yang sering disebut-sebut berada di balik masalah ini. Kalau kedua orang itu kesulitan datang ke sini (kantor Kemenpora), maka saya yang akan sowan ke sana.
Selaku wakil masyarakat, saya ingin sekali masalah ini selesai dengan cepat. Dan memang sering saya katakan: pilihannya hanya salah satu (PSSI atau KPSI), atau tidak semuanya. Kalaupun saya harus memilih tidak semuanya, itu adalah pilihan terakhir. Tapi, itu dengan restu rakyat Indonesia dan ridha Allah Subhanallah.
Saya juga menyiapkan langkah-langkah jika nanti ada gugatan dan sebagainya.
Jadi, artinya benar Anda mau membubarkan PSSI dan KPSI?
Saya tidak bisa mengatakan benar atau tidak. Tapi, itu termasuk salah satu opsi kebijakan kalau tidak ada opsi lain yang bisa dipilih.
Banyak yang mengatakan mereka agak sulit disatukan. Kalau tidak bisa disatukan, kan tidak mungkin juga diduakan. Kita kan tidak mungkin punya dua induk olahraga sepakbola. Harus jadi satu.
Kalau tidak bisa jadi satu, dua-duanya tidak mau, ya akan dicari solusi yang sangat clear dan tepat sesuai hukum dan tanpa melanggar Statuta PSSI. Pembubaran kalau dilakukan dengan cara-cara sesuai hukum, saya pikir tidak masalah.
Saya selaku wakil pemerintah siap bertanggung jawab. Saya rela digugat karena gugatan dalam olahraga itu tidak akan ada perdata, apalagi pidana. Adanya arbitrase. Insya Allah kita akan selesaikan ini semua. 
Penanganan konflik PSSI telah diserahkan kepada KOI (Komite Olimpiade Indonesia). Anda setuju?
KOI itu kan bagian IOC (International Olympic Committee). Fungsinya sebenarnya menangani hal-hal yang berhubungan dengan event-event di luar negeri. Apakah ini harus ditangani KOI atau tidak, nanti akan kami lihat lagi.
Apa komentar Anda soal keterlambatan pembayaran gaji pemain di beberapa klub sepakbola?
Kalau soal gaji, itu nanti akan saya clear-kan terlebih dahulu dengan pihak-pihak yang terlibat.
Indonesia sukses jadi juara umum SEA Games 2011. Apa target Anda untuk SEA Games tahun ini?
Kita tidak mungkin sama persis seperti yang di Palembang. Saat itu kita cukup punya waktu untuk mengatur cabang-cabang olahraga. Tapi, kami akan pelajari cabang olahraga mana yang masuk olimpiade dan non olimpiade. Nanti ada statistiknya, berapa persen cabang olahraga olimpiade dan non olimpiade. Nanti akan kita sinergikan.
Pakar-pakar olahraga akan kami mintai bantuan karena saya bukan ahli di bidang itu. Saya tidak berani memasang target apakah harus juara umum atau tidak. Tapi kalau kita lihat statistik, setiap kali kita jadi tuan rumah SEA Games, biasanya kita juara umum. Kalau tidak, biasanya Thailand atau negara lain yang juara. Yang jelas waktu saya tidak banyak untuk bekerja. 
Soal janji bonus besar untuk atlet SEA Games akan tetap Anda pertahankan?
Insya Allah tetap ada. (kd)

Profil PERSIBANGGA PURBALINGGA

Persibangga Purbalingga merupakan klub sepakbola yang ada di kabupaten Purbalingga propinsi Jawa Tengah. Persibangga Purbalingga merupakan nama baru, sebelumnya klub ini bernama Persap Purbalingga. Persibangga Purbalingga bermarkas di Stadion Gelora Goentoer Darjono.
Logo Persibangga
Logo Persibangga Purbalingga
  • Musim 2012/2013
  • Musim 2011/2012
  • Musim 2010/2011
Musim 2011/2012 ini Persibangga Purbalingga bermain di Divisi I. Di babak pertama, Persibangga Purbalingga tergabung di Grup V dengan Persibas Banyumas, Pesik Kuningan, Persika Karawang, PSB Kota Bogor dan PSGC Ciamis. Persibangga berhasil lolos ke babak kedua setelah menjadi runner up di bawah Persika Karawang. Persika Karawang dan Persibangga lolos ke babak kedua.
Di babak kedua, Persibangga Purbalingga tergabung di Grup C bersama Persik Kendal, Persika Karawang, dan Persipur Purwodadi. Di babak kedua ini, Persibangga berhasil menjadi juara grup dan Persika Karawang menjadi runner up. Persibangga dan Persika Karawang lolos ke babak ketiga sekaligus memastikan diri naik kelas/promosi ke Divisi Utama PSSI musim berikunya (2012/2013).
Di babak Ketiga, Persibangga Purbalingga tergabung di Grup H bersama Persenga Nganjuk, PSBL Lampung, dan PSSA Asahan. Persibangga Purbalingga menjadi juara Grup H dan berhasil lolos Babak Semi Final Divisi I PSSI tahun 2011/2012.
Di babak Semifinal, Persibangga Purbalingga berhasil mengalahkan PS Siak dan berhak lolos ke babak final. Di babak final Persibangga bertemu dengan Persekap Kota Pasuruan yang di babak semifinal mengalahkan Persipon Pontianak. Persibangga finis sebagai Runner Up Divisi I tahun 2011/2012 setelah di final di kalahkah oleh Persekap.

Relief Harimau Di Candi Sanggrahan Tulungagung

Relief itu menggambarkan seekor harimau.Bentuknya cukup aneh karena tidak seperti sosok satwa harimau yang kita kenal pada umumnya. Relief unik itu terdapat di sebuah candi yang berada di daerah Boyolangu .
 
Ada yang Istimewa dengan daerah kecamatan Boyolangu, Kabupaten Tulungagung Jawa Timur.  Karena di daerah yang bertopografi perbukitan ini banyak terdapat situs purbakala seperti Candi dan Gua dengan beraneka benda Purbakala.

Salah satunya adalah Candi Sanggrahan, yang berada di Dusun Sanggrahan , Desa Sanggrahan ,  sekitar 8 km dari Pusat Kota.

 
 Candi ini  berada pada daerah  pemukiman yang cukup subur. Tediri dari  tiga bangunan,yang sayangnya  masing – masing sudah tidak utuh lagi karena runtuh pada beberapa bagiannya.

Candi Sanggrahan merupakan Kompleks  percandian dengan  terdiri atas sebuah bangunan induk. Bangunan Utama  yang hanya tersisa bagian tengah dan bawahnya saja  ini berukuran panjang 12.60m lebar 9.05 m tinggi 5.86 cm.
Bangunan ini terdiri atas empat Tingkat yang masing – masing berdenah bujur sangkar dengan arah Atap menghadap ke Barat. Selain itu juga ada dua bangunan kecil lainnya  yang berada di sebelah  Timur 


Bahan yang digunakan dalam pembangunanya adalah Batu Bata dengan kombinasi batu andesit pada beberapa bagiannya.
Pada dinding batu andesit itu terdapat beberapa Relief bergambar satwa Harimau. Ada juga beberapa panil relief yang Polos tanpa Gambar apapun.

WISATA SEJARAH DAN RELIGI KABUPATEN PURBALINGGA

tampak-depan-mtl
MONUMEN TEMPAT LAHIR
Panglima Besar Jenderal Soedirman lahir pada tanggal 24 Januari 1916 di dukuh Rembang desa Bantarbarang, Kecamatan   Rembang -  Kabupaten Purbalingga.
Monumen ini mulai dibangun pada tanggal 6 Februari 1976, oleh Pemerintah Kabupaten Purbalingga pada masa Bupati Goentoer Darjono, sebagai “tetenger” sekaligus sebagai penghargaan atas jasa-jasa perjuangan beliau menegakkan Kemerdekaan NKRI.
Pribadi yang sederhana, berwibawa serta semangat juang dan pengorbanan yang diabdikan bagi Ibu Pertiwi semoga tetap menjadi suri-tauladan bagi  generasi penerus estafet kepeimimpinan bangsa.


masjid-agung-featured
MASJID AGUNG PURBALINGGA
Masjid kebanggaan masyarakat Purbalingga ini diresmikan oleh Gubernur Jawa Tengah dan dipugar oleh Bupati Purbalingga, Drs. Triyono Budi Sasongko, MSi. Dengan arsitektur  yang mengadopsi Masjid Nabawi di Madinah    dan berdaya tampung hingga ± 2500 orang, masjid ini digunakan oleh masyarakat Purbalingga dan sekitarnya untuk Sholat berjamaah juga kegiatan lainnya seperti berbagai pengajian, bazaar hingga tempat pelaksanaan akad nikah. Berada di jantung kota Purbalingga, rancangan masjid yang megah ini merefleksikan sisi religius masyarakat Purbalingga.


ardilawet-top
PETILASAN ARDI LAWET
Tempat  wisata ini berada diatas bukit dan terletak di  desa  Panusupan, Kecamatan Rembang ± 37km  dari pusat Kota Purbalingga. Ardi Lawet  berasal dari kata “chalwat” yang berarti berdoa memohon kepada Allah untuk kesejahteraan ummat manusia. tempat wisata ziarah ini konon merupakan peninggalan sejarah pengembangan agama Islam yang merupakan cikal bakal keberadaan wilayah Purbalingga pada zaman dulu.

Wisata Alam PURBALINGGA

Goa Lawa terletak di desa Siwarak , Kecamatan Karangreja ± 25 km. dari pusat kota Purbalingga. Udaranya yang bersih, sejuk dan indah menawarkan pesona alami bagi para wisatawan yang mengunjunginya.  Goa Lawa terjadi akibat lelehan magma  Gunung Slamet yang membentuk rongga-rongga di perut bumi sepanjang 3,5 km yang sudah tergali. Inilah yang membedakan  goa lawa dengan goa-goa  yang ada di tempat  lain sehingga di dalam goa tidak terdapat stalagnit maupun stalagmit walaupun banyak air yang menetes dari bebatuan di perut goa namun airnya tidak mengandung kapur..

Dengan ornamen interior alami berupa batuan Goa, Aliran air bawah tanah yang mempesona dan aliran hawa sejuk dalam goa, wisatawan akan disuguhi pengalaman yang menarik. Berikut adalah nama-nama beberapa bagian dalam Goa Lawa :
- Batu Semar
- Waringin Seto
- Goa Istana Lawa
- Goa Dada Lawa
- Batu Keris
- Goa Cepet
- Goa Ratu Ayu
Selain Goa Alam, di kompleks ini terdapat pula Taman lokaria sebagai wahana bermain anak-anak.

PENDAKIAN GUNUNG SLAMET
 
 
Berada di barat laut ± 30 km kota Purbalingga. Setiap tahun pada bulan Juni s/d September para pecinta alam datang untuk mendaki gunung pendakian dengan berjalan kaki mulai dari Gunung Malang Desa Serang dan grumbul Bambangan Desa Kutabawa. Jarak dari Grumbul sampai ke puncak Gunung Slamet ditempuh selama 6 jam perjalanan kaki sebagai petunjuk jalan adalah warga masyarakat atau hansip setempat. Dari Purbalingga sampai grumbul Bambangan dapat dicapai dengan kendaraan roda empat, dan disitu telah dibangun pondok Pemuda untuk menampung para pendaki yang akan mendaki ke puncak Slamet.

Agrowisata Strawberry

kebun-strawberry
Agrowisata Strawbery ini merupakan kawasan obyek wisata potensial yang  berbasis masyarakat, artinya keberadaannya masih secara tradisional dikelola oleh kelompok tani setempat yang menawarkan hamparan kebun sayur-mayur dan buah strawbery segar. Wisatawan yang berkunjung akan diantar ke kebun untuk memetik sendiri baik sayur-mayur maupun buah strawbery. Dan setelah selesai wisatawan bisa beristirahat di tempat yang disediakan untuk menikmati view/pemandangan yang indah sejuk dan menawan sambil menikmati jenang dodol strawbery dan minum juice strawbery. Tempat ini terletak di desa Serang dan Kutabawa, Kecamatan Karangreja ± 25km. dari pusat kota Purbalingga.

Stafsus Presiden: Butuh 15 Tahun Pindah Ibu Kota


Pemindahan Ibu Kota kembali mencuat
- Staf Presiden, Velix Wanggai, mengatakan wacana pemindahan Ibu Kota tidak didasari pada banjir yang terus melanda Jakarta. Wacana tersebut, kata dia, mengemuka karena didasari pemikiran pembangunan kewilayahan.

"Jadi, wacana itu harus ditempatkan dalam konteks distribusi dan pemerataan pembangunan di tanah air," kata Velix, Staf Khusus Presiden Bidang Pembangunan Daerah dan Otonomi Daerah, di Jakarta, Kamis 24 Januari 2013.

Menurut dia, untuk memantapkan rencana pemindahan Ibu Kota ini, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengarahkan untuk memantapkan regional plan. SBY, kata Velix, berharap pada periode kepemimpinannya rencana induk pemindahan Ibu Kota ini telah ditetapkan.
"Beliau mengarahkan untuk memantapkan regional plan untuk itu, beliau berharap pada periode beliau grand planing sudah bisa ditetapkan," ujarnya.

Untuk menetapkan rencana induk kebijakan tersebut, Velix menambahkan, diperlukan dasar hukum yang kuat. Tidak hanya itu, komitmen kuat dari semua pihak, khususnya masyarakat, sangat dibutuhkan agar rencana ini bisa terwujud. "Saat ini sedang exercise, karena itu keputusan besar di suatu negara," dia menambahkan.

Setelah menetapkan rencana induk, tahap selanjutnya adalah pembangunan. Tahap ini, kata dia, memerlukan waktu yang lumayan lama. "Tahap ke dua konstruksi, pengalaman di negara lain bisa empat sampai enam tahun," katanya. Menurut dia, di negara-negara lain, seperti Australia dan Brazil, butuh waktu paling cepat enam tahun masa transisi.

Setelah konstruksi selesai, tahap selanjutnya adalah proses pemindahan instrumen pemerintahan. Mulai dari personel sampai perangkat lainnya. Akibatnya, grand strategic planing itu bisa mengalami proses selama 15 tahun.
"Ini tidak cukup dengan Keppres. Ini bukan keputusan Presiden saat ini, tapi keputusan bangsa yang secara komitmen harus dilakukan bersama," ujarnya.